Contact Us

Mengenal 6 Jenis Baja dan Kegunaannya dalam Berbagai Industri

Mengenal 6 Jenis Baja dan Kegunaannya dalam Berbagai Industri
08-06-2024
Baja

Baja adalah logam paduan yang terutama terdiri dari besi, dengan karbon sebagai elemen paduan utama. Kandungan karbon dalam baja berkisar antara 0,2% hingga 2,1% dari berat baja, tergantung pada jenisnya. Karbon berfungsi untuk mengeraskan baja. Selain karbon, baja sering kali dipadukan dengan unsur lain seperti mangan, krom, vanadium, dan nikel. Variasi dalam kandungan karbon dan unsur-unsur paduan ini menghasilkan berbagai jenis baja dengan kualitas yang berbeda. Jenis-jenis baja yang beragam ini membuat baja dapat digunakan di berbagai kebutuhan. Mari kita kenali lebih lanjut tentang baja dan jenis-jenisnya.

1. Baja Karbon Rendah (Low Carbon Steel)

Baja karbon rendah mengandung kurang dari 0,3% karbon. Baja ini merupakan jenis baja yang termurah untuk diproduksi. Baja ini mudah dilas dan diolah menggunakan mesin serta memiliki keuletan dan ketangguhan tinggi, namun kekerasan dan ketahanan terhadap aus rendah. Baja jenis ini digunakan dalam pembuatan bodi mobil, struktur bangunan, pipa gedung, jembatan, kaleng, pagar, dan lain-lain.

2. Baja Karbon Menengah (Medium Carbon Steel)

Baja karbon menengah mengandung 0,3% hingga 0,6% karbon. Baja ini lebih keras daripada baja karbon rendah. Baja karbon menengah lebih sulit dilas dan sulit dibentuk oleh mesin tetapi bisa dikeraskan dengan baik. Baja ini digunakan untuk poros, rel kereta api, roda gigi, pegas, baut, dan komponen mesin yang memerlukan kekuatan tinggi.

3. Baja Karbon Tinggi (High Carbon Steel)

Baja karbon tinggi memiliki kandungan karbon 0,6% hingga 1,7%. Baja ini memiliki ketahanan panas yang tinggi, meskipun keuletannya lebih rendah. Baja ini memiliki kekuatan tarik tertinggi dan banyak digunakan untuk alat-alat seperti kawat baja, kabel baja, pegas, serta alat perkakas seperti palu dan gergaji.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Besi dan Baja sebagai Material Konstruksi Bangunan

4. Baja Paduan Rendah (Low Alloy Steel)

Baja paduan rendah mengandung elemen paduan kurang dari 2,5% berat, termasuk krom, mangan, nikel, sulfur, silikon, dan fosfor.

5. Baja Paduan Menengah (Medium Alloy Steel)

Baja paduan menengah memiliki elemen paduan antara 2,5% hingga 10% berat. Elemen paduan ini mencakup krom, mangan, nikel, sulfur, silikon, dan fosfor.

6. Baja Paduan Tinggi (High Alloy Steel)

Baja paduan tinggi mengandung lebih dari 10% berat elemen paduan seperti krom, mangan, nikel, sulfur, silikon, dan fosfor. Baja jenis ini memiliki sifat yang lebih spesifik dan biasanya digunakan pada aplikasi yang memerlukan ketahanan tinggi terhadap korosi dan panas.

 Pemilihan jenis baja yang tepat akan mempengaruhi kualitas, keamanan, hingga biaya proyek Anda sehingga pemilihan jenis baja harus dilakukan dengan analisis yang tepat. Dengan memahami kebutuhan proyek serta karakteristik berbagai jenis baja, Anda dapat membuat pilihan yang tepat untuk memastikan keberhasilan proyek Anda.

 

Sumber:
0817041014, Adelina S.E Sianturi (2012) Pengaruh Variasi Suhu Pemanasan Dengan Pendinginan Secara Lambat Terhadap Uji Bending Dan Struktur Mikro Pada Baja Pegas Daun Aisi 5140. Universitas Lampung.